18.8.09

Belajar Membaca Metode Glenn Doman (part 2)

Belajar Membaca Metode Glenn Doman
  1. Duduklah berhadapan dengan anak anda dengan jarak kira-kira 1 s.d. 1,5 meter. Jika anak anda belum bisa duduk sendiri, mintalah orang lain untuk memangku anak anda. Jangan sampai anak anda dapat menjangkau tangan anda yang membawa kartu.
  2. Pastikan anak dalam keadaan rileks dan mau bermain flashcards.
  3. Siapkan 10 kartu dari kelompok yang sama, misalnya kelompok “buah”, ditumpuk dan dipegang dengan tangan kiri (jika anda kidal, tentunya boleh dipegang dengan tangan kanan). Halaman kartu yang bergambar berada di bagian depan menghadap ke anak anda.
  4. Untuk menarik perhatian anak (untuk tahap awal), tunjukkan halaman kartu yang bergambar dengan cara mengambil kartu yang paling belakang dan meletakkannya ke urutan paling depan, sambil mengucapkan dengan jelas nama gambar tersebut, misalnya “APEL”.
  5. Kemudian baliklah gambar apel tersebut sehingga tulisan “apel” berada di bagian depan, sambil mengucapkan “APEL”. Lakukan tindakan ini dengan cepat, masing-masing tidak lebih dari 1 detik.
  6. Jangan meminta anak anda mengikuti/mengulang apa yang anda ucapkan.
  7. Setelah itu, ambil kartu kedua dari kartu yang di urutan paling belakang, kemudian lakukan seperti langkah no. 5 dan 6.
  8. Lakukan secara berurutan sampai dengan kartu kesepuluh, dengan kecepatan tidak lebih dari 1 detik untuk tiap-tiap gambar dan tulisan yang ditunjukkan. Menunjukkan kartu dengan cepat ini akan memicu otak kanan untuk bekerja menerima informasi yang ada di kartu.
  9. Jika anak anda sudah kelihatan mengerti nama-nama gambar dan juga hubungan antara gambar dengan tulisan, maka langkah no.5 tidak perlu lagi dilakukan, tapi langsung menunjukkan tulisan saja dengan kecepatan 1 detik/kartu.
  10. >Tunjukkan rasa senang anda ketika permainan ini selesai dengan cara memuji anak anda atau memeluk dan menciumnya.
  11. Permainan bisa diteruskan dengan kelompok kartu yang lain, tetapi sebaiknya hentikan permainan ini ketika anak masih ingin bermain. Hal ini akan membuat anak mau bermain secara berkelanjutan.

5.8.09

PUTUSKANLAH UNTUK MENJADI PRIBADI YANG BERBAHAGIA


Sahabat-sahabat saya yang hatinya baik,
dan yang tidak terputus harapan dan doanya bagi kebaikan diri dan mereka yang kebaikannya bergantung kepada keberhasilan Anda.
Telah sering kita mendengar orang menyalahkan yang terjadi kepada mereka sebagai penyulit dan penghambat perjalanan mereka untuk menjadi pribadi yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang kehidupannya.
Tetapi kita juga tidak bisa membutakan diri dari kenyataan dalam keseharian kita, bahwa tidak sedikit orang yang menjadi korban dari kelemahan dan kesulitan – yang justru bangkit dari puing-puing, bara, dan abu kesulitan mereka, dan menjadi pribadi-pribadi berjaya.
Jika mereka bisa,
setiap jiwa dari kita juga bisa.
Yang kemudian membedakan kita
adalah kesediaan untuk berpikir, bersikap, dan berlaku
sekualitas dengan mereka yang telah
membuktikan kejayaan melalui kesulitan.

Sahabat-sahabat saya yang berbakat bagi kebaikan,
Ini yang ingin saya sampaikan sebagai pengingat bagi kita,
bagi Anda dan saya, bahwa:
Apa pun yang terjadi kepada Anda,
akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan Anda,
jika Anda tidak mengijinkannya untuk melemahkan Anda.
Selalu ingatlah, bahwa
Anda menjadi apa pun yang Anda ijinkan
untuk menjadi dominan dalam pikiran dan perasaan Anda,
dan menjadi pewarna dari tindakan Anda.
Maka berfokuslah pada yang membesarkan Anda.
Abaikan semua hal yang tidak memuliakan Anda.
Janganlah gunakan kehidupan Anda
untuk merisaukan yang tidak penting bagi kehidupan.
Putuskanlah untuk menjadi pribadi yang berbahagia.
Berfokuslah kepada pikiran, sikap,
dan tindakan yang membahagiakan,
lalu perhatikan apa yang terjadi.
………..


JIWA YANG MEMBANGUN KEBAHAGIAANNYA

Seorang sahabat yang lebih muda dari saya, bertanya – mengapa saya selalu membuka email dan sapa saya dengan doa atau harapan bagi kebaikan orang lain.
Saya tanyakan kembali kepadanya, apakah ada cara lain yang lebih baik daripada menjadikan harapan dan doa Anda sebagai salam bagi kebahagiaan orang lain?
Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.
Maka harapkanlah, doakanlah, dan lakukanlah yang ada dalam kemampuan Anda untuk membantu orang lain mencapai kebahagiaan, terutama mereka yang ada dalam kewenangan Anda sebagai pemimpin atau sebagai anggota keluarga.
Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.
Bukan karena kebahagiaan itu jauh, tetapi justru karena semua alasan untuk menjadi berbahagia itu terletak sangat dekat dengan diri dan dalam kehidupan kita – sehingga sering tidak terasa dan sulit terlihat.
Mario Teguh Golden Moment
JIWA YANG MEMBANGUN KEBAHAGIAANNYA
...........

Dan ini yang ingin saya ingatkan kepada sahabat-sahabat saya yang lebih muda, bahwa
Kebahagiaanmu adalah keindahan dari suasana hatimu.
Maka apakah yang sedang kau upayakan agar hanya keindahan yang menjadi pengisi hatimu?
Untuk itu, syukurilah keberadaanmu dalam kehidupan ini, dan syukurilah keberadaan orang lain dalam kehidupanmu.
Adikku terkasih, sadarilah ini – bahwa,
Bukan kebahagiaan yang menjadikanmu seorang yang bersyukur, tetapi kemampuanmu untuk mensyukuri-lah yang menjadikanmu pribadi yang berbahagia.
Janganlah engkau hanya menunggu agar kebahagiaan datang menghampirimu. Bergeraklah, aktiflah, bergaullah, dan bekerjalah – karena di dalam keterlibatan- keterlibatan seperti itulah engkau akan menemukan kebahagiaan.
Jadilah pribadi yang aktif tertarik untuk menjadikan dirimu dan para sahabatmu bergembira.
Jika ketertarikanmu adalah mengupayakan kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran dalam keseharianmu bersama orang lain – maka tumbuhlah kebahagiaanmu.
Engkau akan segera mengerti mengapa aku selalu mengajakmu menjadi pribadi yang bergerak badannya, yang aktif pikirannya, dan yang ceria hatinya.
Jika engkau merasa kecil dan gagal mencari kebahagiaan; itu bukan karena engkau tidak menemukannya, tetapi karena engkau tidak berhenti sejenak untuk menikmati yang telah kau miliki dan yang ada dalam pengupayaanmu.
Dan jika engkau menggariskan bahwa engkau baru akan merasa berbahagia nanti saat engkau sudah memiliki yang ingin kau miliki, ingatlah bahwa
Kebahagiaanmu bisa bersumber dari yang kau miliki, tetapi lebih banyak dari kedamaianmu mewujud karena keikhlasanmu dalam menerima yang tidak kau miliki.
Maka berdirilah tegak,
luruskanlah pandangan matamu yang penuh kasih itu,
merdukanlah suaramu, indahkanlah kata-katamu,
muliakanlah perilakumu,
dan sambutlah semua jiwa dengan sepenuhnya dirimu –
bukan hanya sebagai pribadi yang bergembira,
tetapi lebih sebagai pribadi yang sedang mengupayakan penikmatan kehidupan,
yang dengannya menjadikan kebahagiaan
sebagai udara yang kau hirup bersama jiwa-jiwa kecintaanmu.
Maka sematkanlah ini di hati-indahmu, bahwa
Kebahagiaan mudah datang kepadamu yang jelas dalam kecintaanmu, yang jelas dalam pekerjaanmu, dan yang jelas dalam harapanmu.
Jika kebahagiaan itu penting bagimu,
upayakanlah kebahagiaan bagi orang lain,
lalu perhatikan apa yang terjadi.
………..
Sahabat-sahabat saya yang hatinya baik,
yang kebaikan hidupnya adalah tujuan dari semua perilaku Tuhan,
Marilah kita memulai cara-cara berpikir, cara-cara bersikap, dan cara-cara bertindak yang menjadikan kebersamaan kita sebagai pribadi-pribadi Indonesia – pemulia bangsa kita yang tercinta ini.



4.8.09

Jiwa Yang Membangun Kebahagiaan

Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.
Maka harapkanlah, doakanlah, dan lakukanlah yang ada dalam kemampuan Anda untuk membantu orang lain mencapai kebahagiaan, terutama mereka yang ada dalam kewenangan Anda sebagai pemimpin atau sebagai anggota keluarga.
Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.
Bukan karena kebahagiaan itu jauh, tetapi justru karena semua alasan untuk menjadi berbahagia itu terletak sangat dekat dengan diri dan dalam kehidupan kita – sehingga sering tidak terasa dan sulit terlihat.

Bukan kebahagiaan yang menjadikanmu seorang yang bersyukur, tetapi kemampuanmu untuk mensyukuri-lah yang menjadikanmu pribadi yang berbahagia.
Janganlah engkau hanya menunggu agar kebahagiaan datang menghampirimu. Bergeraklah, aktiflah, bergaullah, dan bekerjalah – karena di dalam keterlibatan- keterlibatan seperti itulah engkau akan menemukan kebahagiaan.
Jadilah pribadi yang aktif tertarik untuk menjadikan dirimu dan para sahabatmu bergembira.
Jika ketertarikanmu adalah mengupayakan kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran dalam keseharianmu bersama orang lain – maka tumbuhlah kebahagiaanmu.
Engkau akan segera mengerti mengapa aku selalu mengajakmu menjadi pribadi yang bergerak badannya, yang aktif pikirannya, dan yang ceria hatinya.
Jika engkau merasa kecil dan gagal mencari kebahagiaan; itu bukan karena engkau tidak menemukannya, tetapi karena engkau tidak berhenti sejenak untuk menikmati yang telah kau miliki dan yang ada dalam pengupayaanmu.
Dan jika engkau menggariskan bahwa engkau baru akan merasa berbahagia nanti saat engkau sudah memiliki yang ingin kau miliki, ingatlah bahwa
Kebahagiaanmu bisa bersumber dari yang kau miliki, tetapi lebih banyak dari kedamaianmu mewujud karena keikhlasanmu dalam menerima yang tidak kau miliki.
Maka berdirilah tegak,
luruskanlah pandangan matamu yang penuh kasih itu,
merdukanlah suaramu, indahkanlah kata-katamu,
muliakanlah perilakumu,
dan sambutlah semua jiwa dengan sepenuhnya dirimu –
bukan hanya sebagai pribadi yang bergembira,
tetapi lebih sebagai pribadi yang sedang mengupayakan penikmatan kehidupan,
yang dengannya menjadikan kebahagiaan
sebagai udara yang kau hirup bersama jiwa-jiwa kecintaanmu.
Maka sematkanlah ini di hati-indahmu, bahwa
Kebahagiaan mudah datang kepadamu yang jelas dalam kecintaanmu, yang jelas dalam pekerjaanmu, dan yang jelas dalam harapanmu.
Jika kebahagiaan itu penting bagimu,
upayakanlah kebahagiaan bagi orang lain,
lalu perhatikan apa yang terjadi.

Link Binsis


Pengikut